Persepsi Masyarakat Terhadap Penundaan Hidup Bersama Setelah Akad Nikah di Desa Dusun Dalan Kecematan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun

Main Article Content

Masturo Masturo

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab, persepsi masyarakat, dan dampak dari penundaan hidup bersama setelah akad nikah. Pendekatan penelitian yang penulis gunakan adalah kualitatif diskriptif dengan menekankan pada pengamatan manusia, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan tehnik purposive sampling yaitu tehnik yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu yang ada dalam populasi yang diperkirakan erat sangkut pautnya dengan ciri-ciri atau sifat yang ada dalam populasi yang sudah diketahui sebelumnya, subjek dan penelitiannya adalah segenap staf kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, pegawai syarak, dan masyarakat di Desa Dusun Dalam Kecematan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan hidup bersama setelah akad nikah terjadi karena berbagai faktor diantaranya yaitu faktor sejarah, faktor adat, faktor ekonomi, dan faktor asimilasi. Faktor yang paling dominan penyebab terjadinya penundaan hidup bersama setelah akad nikah yaitu karena faktor ekonomi, karena belum adanya biaya untuk melaksanakan resepsi. Kemudian muncul berrbagai persepsi dikalangan tokoh masyarakat, yang mana mereka berpandangan bahwa penundaan hidup bersama setelah akad nikah yang dilakukan oleh pasangan pengantin tidaklah menjadi permasalahan karena atas dasar keinginan dari kedua belah pihak. Selain itu penundaan hidup bersama setelah akad nikah juga menimbulkan dampak positif dan negatif, adapun dampak positif dari penundaan hidup bersama setelah akad nikah yaitu pasangan pengantin dapat lebih mempersiapkan diri untuk hidup berumah tangga, adapun dampak negatif dari penundaan hidup bersama setelah akad nikah yaitu pasangan pengantin belum bisa melaksanakan kewajibannya dengan maksimal baik sebagai seorang suami maupun istri karena adanya batasan-batasan yang harus mereka jalani sebelum resepsi pernikahan.

Article Details

Section
Bimbingan dan Konseling